3 days at Amazing Belitung

Trip kali ini sangat berbeda dengan trip-trip sebelumnya, mengapa! karena keberangkatan kali ini benar-benar disiapkan dari 3 bulan sebelumnya dan tidak menggunakan tour guide sama sekali. Mungkin sedikit masukan bagi yang ingin liburan dalam waktu lama, sebaiknya dipersiapkan dari sebelumnya dengan sebaik mungkin. Dan persiapannya mudah ko. Tiket murah dan penginapan murah adalah hal yg paling penting untuk menekan biaya yang dikeluarkan. Maka carilah tiket pesawat dan hotel yang sedang promo. Menuju ke Belitung saya menggunakan penerbangan citilink dan disana menginap di Hotel Bahamas. Berangkat tgl 18 april, kembali 21 april 2014. Tidak menggunakan Tour Travel, dan selama disana kami hanya menggunakan bantuan Maps gadget. Saya berangkat bersama suami dan sepupu, dan kami berjumlah 8 orang.

IMG_2003

Salah satu sudut Hotel Bahamas

Kolam Renang Hotel bahamas

Hari ke-1. Mie Belitung Atep, dan Belitung Timur (Pantai Burung Mandi, Vihara Dewi Kwan Im, Kota Manggar, Replika Sekolah Laskar Pelangi)

Tiba di Bandara Hananjoedin Tanjung Pandan pukul 07.00 pagi. Langsung bertemu dengan pemilik kendaraan yg disewa oleh kami. Perjalanan pertama adalah menuju hotel untuk menyimpan barang, cuaca saat itu hujan gerimis, tetapi tak lama dari itu muncul pelangi yang indah sekali. Sesuai dengan Jadwal Tour yang sudah saya buat sebelumnya, tujuan di hari pertama adalah ke Belitung Timur. Perjalanan Tanjung Pandan- Belitung Timur sekitar 2,5 jam. Perlu di ketahui, jalan di Belitung tidak seramai di Ibu kota, tidak ada angkutan umum, tidak ada kemacetan sedikit pun. Cocok untuk yang mencari ketenangan. Sebelum menuju ke arah Timur, kami memutuskan makan Mie Atep Belitung dan es jeruknya, Ajipp! Setelah itu barulah melakukan perjalanan ke Belitung Timur.  Tibalah di Pantai Burung Mandi, Pantai di Timur Belitung. Tidak lama kami berkunjung ke Pantai ini.

Tidak jauh dari Pantai, kami pun mengunjungi Vihara Dewi Kwan Im. Memang, Perjalanan menuju Pantai Burung Mandi, anda akan melihat beberapa Vihara dan kuburan Cina. Vihara Dewi Kwan Im ini, adalah Vihara yang paling besar di antara Vihara lainnya. Ketika saya berkunjung, banyak orang yang sedang berdoa disana, atau yang mendatangi peramal disitu.

Selanjutnya kami pun menuju ibu kota Belitung Timur, kota Manggar, yang terkenal dengan kota 1001 warung kopi, sepanjang kota Manggar anda akan melihat warung Kopi berjejer. Kami pun merapat sebentar di Warung Kopi Atet untuk mencoba secangkir kopi Manggar, slurppp.. mantep!

Selesai ngopi di Manggar, perjalanan diteruskan menuju Kota Gantung untuk melihat Replika Sekolah Laskar Pelangi. Perjalanan ke sana cukup jauh, sekitar 2 jam dari Manggar. Sebelum sampai di Sekolah Laskar Pelangi, di pinggir jalan akan melihat galian-galian timah yang masih aktif. Sekitar beberapa meter dari situ, terlihatlah Replika Sekolah Laskar Pelangi yang sebelahnya terdapat Museum kata-kata Andrea Hirata.

Hari menjelang sore kami pun kembali menuju Hotel untuk beristirahat.

nindy_mie atep

Mie Atep Belitung yang enak banget

nindy_mie atep

Di Depan Toko Mie Belitung Atep

nindy_burung mandi

Pantai Burung Mandi

nidy_vihara dewi

Vihara Dewi Kwan Im

 

nindy_kopi atet

Rupa Kopi Atet

IMG_8142

Warung Kopi Atet

IMG_8127

Warung Kopi Atet

IMG_2041

Mesjid Agung Belitung Timur

IMG_8218

Replika SD Laskar Pelangi

nindynindy

Suasana di dalam Replika SD Laskar Pelangi

IMG_8219

Replika SD Laskar Pelangi

IMG_8212

Replika SD Laskar Pelangi

Hari ke-2, Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Harapan (Pulau Lengkuas, Pulau Batu Berlayar, Pulau Pasir), Pantai Tanjung Tinggi.

Perjalanan di hari ke-2 ini dimulai pukul 8 pagi dari hotel. Perjalanan kesana menempuh sekitar 1 jam. Sebelumnya kami sudah membooking perahu dan alat senorkeling, sehingga disana tidak perlu mencari perahu dan alat senorkeling. Tiba disana, kami disuguhi pantai dan laut yang bersiihh. Pertama, kami menuju ke tengah laut untuk melakukan senorkeling, ketika mengeluarkan biskuit ribuan ikan menghampiri, karangnya bagus, dan yang pasti airnya bening.

Next destination adalah Pulau Lengkuas atau Pulau Mercusuar, di pulau ini terdapat mercusuar tinggi peninggalan zaman penjajahan, kita bisa naik sampai lantai terakhir, dan melihat keindahan laut sekitar yang bagus banget. Pulau ini cukup besar dan cukup ramai, kebanyakan orang menggelar tikar sambil menikmati hidangan seafood yang sudah dipesan. Setelah berhasil menempuh lantai teratas Mercusuar, kami pun meneruskan ke Pulau Batu Berlayar.

Pulau kecil yang Batu granitnya seperti layar perahu. Ketika kami kesana, Pulau ini sepi wisatawan, sehingga kami bebas berfoto. Sejenak kami pun menyantap makanan bekal sendiri seadanya yang sudah disiapkan sejak di Hotel. Disinilah pemilik perahu menangkap buluh babi dan meminta kami untuk mencoba telurnya. Rasanya seperti telur ikan di sushi. Sebelum hari semakin sore, kami meneruskan ke pulau selanjutnya, yaitu pulau Pasir.

Pulau pasir ini kecil, mungkin berdiameter sekitar 7 meter, pulau ini akan tergenang air ketika air laut mengalami pasang, tetapi akan terlihat ketika air surut. Menurut saya, di Pulau pasir inilah ciri khas Belitung. di Pulau ini pun kami sangat menikmati Belitung, berenang tanpa ada ombak, bermain pasir dan bintang laut. Tujuan terakhir di hari ini adalah Pantai Tanjung Tinggi atau banyak disebut pantai Laskar Pelangi, Pantai ini adalah tempat shooting film Laskar Pelangi. Yang membedakan dari Pantai sebelumnya adalah batu Granitnya yang besar dan tinggi-tinggi sekali.

IMG_2135

Pantai Tanjung Kelayang

IMG_8317

Pantai Tanjung kelayang

SANYO DIGITAL CAMERA

Isi laut yang masih bersih

IMG_2184

Ikan dimana-mana

IMG_2187

Mercusuar Pulau Lengkuas

IMG_2230

Lantai teratas Mercusuar

IMG_2196

Tangga menuju Mercusuar

IMG_2315

Pulau Batu Berlayar

IMG_2168

Pulau Pasir

IMG_2263

Pulau Pasir

IMG_2160

Patrick

IMG_2242

Bintang laut di pulau Pasir

IMG_2312

membedah buluh babi

IMG_2341

Pantai Tanjung tinggi

SANYO DIGITAL CAMERA

pantai tanjung tinggi

SANYO DIGITAL CAMERA

pantai tanjung tinggi

Hari ke-3, Pantai Teluk Gembira, Pantai Penyabong, Batu Baginde, Danau Kaolin, Museum Belitung, Rumah Makan Belitong Tempo Doeloe

Destinasi di hari ke-3 ini adalah belitung Selatan, kami pun menuju arah selatan, Pantai Teluk Gembira. Pantai ini tidak seperti pantai sebelumnya, airnya tidak begitu bening, dan berombak cukup besar, kami disini tidak berenang, hanya menyaksikan indahnya Pantai dengan pasir coklatnya. Di Teluk Gembira ini terdapat perahu-perahu yang akan mengantar menyebrang ke Pulau Seliu.

Ketika kami disana sedang berlangsung Pesta Nelayan desa Padang Kandis, semacam pesta rakyat yang katanya dalam rangka menyambut Tahun Baru menurut perhitungan kalender warga asli setempat. Ada lomba tarik tambang, perahu hias, balap perahu, dan lain-lain, serta banyak jajanan anak. Tak lama dari situ kami pun menuju Batu Baginde, yang merupakan batu granit terbesar di Belitung, Batu ini tidak berada di Pantai, tetapi sedikit ke daratan. Banyak cerita mistik tentang batu ini.

Meneruskan perjalanan dari Batu Baginde, bertemulah Pantai Penyabong. Di sini rupa pantainya tidak jauh berbeda dengan Teluk Gembira. Tetapi di pinggir pantai banyak terdapat warung-warung yang menjual menu seafood, diantara menu seafood, terdapat menu yang lain daripada yang lain yaitu pempek kepiting. Rasanya enak kaya pempek tapi ada rasa kepitingnya. Kenyang dengan Pempek Kepiting, kami pun meneruskan perjalanan ke arah kota menuju Danau Kaolin.

Danau ini berada di Tanjung Pandan, dekat dengan Bandara. Danau Kaolin sebenarnya bukan danau alami, tetapi danau bekas tambang timah, bahkan di dekat danau Kaolin masih terdapat tambangan yang aktif. Yang menarik dari Danau ini, adalah warnanya yang cociks banget, birunya keren. Karena masih siang, kami pun memutuskan untuk ke Museum Belitung yang berada di tengah kota Tanjung Pandan, dekat dengan Rumah Sakit Daerah.

Museum ini adalah museum yang menyimpan sejarah Belitung dari masa penjajahan sampai sekarang. Yang menarik dari sejarah yang ada di museum ini adalah Patung Hananjoedin, yang merupakan Bupati pertama yang berasal dari suku asli Belitung, dimana namanya dipakai untuk nama Bandara di Belitung. Karena matahari mulai tenggelam, kami pun memutuskan pulang ke Hotel dan beristirahat. Malamnya, kami mengelilingi kota Tanjung Pandan dan melipir ke Rumah Makan Belitong Tempo Doeloe. Tempat makan ini sangat rekomendid, karena tempatnya unik, dan menyajikan menu asli belitung, serta harga tidak terlalu mahal.

IMG_2421

Pantai Teluk Gembira

IMG_8261

Pantai Penyabong

IMG_8258

Pantai Teluk Gembira

IMG_2431

pasir coklat pantai Penyabong

IMG_2449

pempek kepiting

IMG_8301

danau kaolin

IMG_8300

danau kaolin

IMG_2485

museum belitung

IMG_2486

museum belitung

IMG_2493

halaman belakang museum

IMG_2646

BElitong tempo duluk

IMG_2680

RM Belitong Tempo duluk

IMG_2674

makanan khas belitung tempo duluk

IMG_2655

salah satu sudut RM Belitong tempo duluk

IMG_2675

makanan khas belitung tempo duluk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s