Terjerat cowo Playboy dan Matre

Hampir setahun yang lalu seorang sahabat aku, dia berkerudung, bercerita akan seorang laki-laki seangkatannya, yang dikenalkan temannya, sering sms dan memberikan perhatian2 kecil layaknya PDKT, misalnya: kamu dah makan blon; ati2 ya dijalan;lagi apa;dsb. aku kasi inisial D. Sahabatku, bilang aja R, tebak aja mau itu Rita, Rika, Roro, Riri, Rojeng dll selalu tersenyum-senyum keliatan bahagia dan berpenampilan rapih serta selalu wangi disaat pergi ke kampus. Mungkin diantara tema-temanku dia adalah yang paling rapih, kalo kita terpasang dengan muka cape habis kerja dan tenaga2 sisa sehingga males untuk berbenah, berbeda dengan R.

Setelah sebulan kita tidak bersua karena libur, terdengar kabar kalo mereka sudah berubah status menjadi sepasang kekasih. Hari-hari mereka dikampus banyak dihabiskan berdua. Pergi kuliah, pulang kuliah, istirahat, selalu berdua. Kelihatannya mereka bahagia, kaya yang paling bahagia didunia ini. Aku dan teman-teman pun ikut seneng dan memaklumi klo R sudah jarang bareng, maklum sesama wanita biasanya memahami betul kalo temannya nempel terus dengan cowonya, ato tidak bisa ikut bersenang2 hanya sekedar windowshopping bersama hanya karena dilarang atau karena akan dijemput oleh cowonya. Mungkin disini kami ingin menunjukan solidaritasnya sebagai teman dan sahabat, bukan malah memusuhinya karena tidak pernah berbarengan lagi. Yang penting komunikasi masih tetap jalan.(curhat colongan).

Ga kerasa udah beberapa bulan jalan. R cerita kalo dia ada masalah dengan hubungannya. Mantan pacar D sering sms dengan kata2 yang ga normal. Sayang, *muach*, honey. Aneh kan. Kata D, itu mantannya aja yang kaya gt. Dan ini berjalan cukup lama. Lama2 aku malah berfikir kalo D juga merespon dan meladeni. Coz mantan D seperti itu ga mungkin klo D jg g ky gt. Iya g?. Entah gmn ternyata masalah itu berlalu dengan begitu saja. Setelah itu R curhat lagi ada cw lain yang kaya mantan D, suka sms2 kata2 yang mesra.

Beberapa hari ini ternyata mereka putus. Alasannya D terang2an mendua, malah memberikan opsi kalo ingin bareng, bearti R harus rela diduakan.Parah ga c… Baru pacaran aja kaya gt, R pasti milih putus lah…
Ternyata setelah putusan, R mengambil paksa laptop dan kamera digitalnya yang bersarang di kosan D.  Dan teman sekelasnya bilang “oh laptop itu punya kamu, kirain punya D,  sempet kita pinjem2 lho..”.  Katanya c sejak mereka pacaran banyak barang2 bersarang di kosan D.

Keadaan R yang selalu sedih dan murung, keliatannya dia masi dalem perasaannya sama D (secara pacaran pertama). Semoga R bisa mengambil hikmah dari kejadian ini.

R sempet bilang kalo D emang kurang tegas, dia ga bisa konsisten dengan keputusannya, dan ga bisa bilang kalo dia udah punya cw.

*Cerita ini bukan rekayasa, tetapi sedikit ditambah2in..hehe,

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s