Kekuatan hati

Ikhlas, mengalah, nerima, itu semua sikap yang sungguh mulia. Tapi memang kita tidak bisa sama artikan  hal itu dalam suatu kompetisi ataupun pertandingan dalam menandingkan keahlian kita. Kecuali ketika memang diakdirkan harus kalah dari suatu pertandingan, sikap ikhlas harus ada.

Dalam kehidupan di dunia ini, ga tau di planet lain kaya gimana, selalu aja aku di hadapin ma orang yang menganggap pendapatnya, tindakan yang dia ambil, cara yang dia pakai, adalah benar, sebenar-benarnya, senyata-nyatanya 100% asli (emang tahu sumedang asli). Padahal cuman Allah SWT yang Maha Benar. the one and only “Allah SWT”.  Lalu aku harus gimana donk ngadepin orang kaya gitu?..

Awalnya aku ingin lawan, tapi buat apa? aku bukan orang seperti itu, dan ga mau jadi “saruana”. Dan aku rasa g kan beresin masalah. Aku ngalah juga, ke enakan donk orang itu. Tapi tetep aku harus ngalah!..

Dengan kekuatan hati aku yang paling dalem, akhirnya aku ikhlas, nerima, ngalah, meskipun di hati ini bergejolak dan tidak terima. Tapi setidaknya aku sudah bisa berbuat ini.

Suatu hari mungkin tindakan yang aku ambil pasti akan berbuah dan berhikmah. Aku yakin ini adalah pembelajaran hidup dan pendewasaan diri. Dan aku sangat beruntung aku bisa berbuat seperti ini….

One comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s