Bali.. selalu ada cerita tentang keindahannya

Pulau Bali.. tak pernah habis cerita tentang keindahannya, meskipun sudah beberapa kali mengunjungi Pulau ini. Pulau ini memang sudah dinugerahi Allah keindahan yang abadi. Segala aspek kehidupan yang ada di Pulau ini sudah ditakdirkan indah. Tinggal bagaimana manusia memeliharanya.

Trip kali ini saya berangkat hanya berdua dengan adik saya. Keberangkatan kami ke Bali menggunakan pesawat dari Bandara Huseinsastranegara, berangkat Tanggal 22 September 2014 dan kembali Tanggal 25 September 2014. Karena minim budget kami pun mempersiapkan segala kebutuhan trip sejak di Bandung, dari hotel, destinasi wisata, transportasi, sampai tiket tour sudah kami book dr sebelumnya. Berikut cerita kami di Pulau Bali.

Senin, 22 September 2014

Tiba di Bandara Ngurah Rai yang ketika itu baru beres renovasinya, sekitar pukul 17.05 waktu Bali. Diantar taxi bandara, kami menuju Tune Hotel Seminyak Double Six dengan ongkos Rp 80.000. Tiba di Hotel yang lokasinya dekat dengan Pantai Seminyak dan sedikit masuk ke gang, kami beristirahat sebentar sebelum berkeliling Kuta. Perlu diketahui, hotel ini cocok untuk yang akan trip dengan minim budget, murah, bersih, dan tidak terlalu bising. Selanjutnya, kami berkeliling Kuta sekalian makan malam menggunakan motor yang disewa di dekat hotel. Harga sewa motor saat itu Rp 50.000 per hari. Malam itu kami makan bubur hongkong di warung Laota, tempat makan ini selalu menjadi destinasi wajib buat saya ketika ke Bali, dan ternyata saya pangling dengan warung Laota sekarang, tempatnya sudah di renovasi. Kenyang makan bubur Laota, kamipun kembali ke Hotel.

10562996_10204778405241559_3079657153405128806_n

Kamar Tune Hotel Seminyak

Tune Hotel Seminyak

Tune Hotel Seminyak

Warung Laota Kuta Bali

Warung Laota Kuta Bali

Selasa, 23 September 2014

Pantai Lovina,

Sesuai dengan jadwal yang sudah di siapkan sejak di Bandung, hari ini kami memilih mengunjungi daerah utara Bali dengan mengikuti 1 day tour. Pukul 03.00 subuh kami sudah dijemput di hotel untuk menuju Pantai Lovina. Perjalanan ke Pantai Lovina dari Kuta memakan waktu sekitar 3 jam kurang. Perlu menggunakan perahu untuk melihat Lumba-lumba. Saat detik-detik matahari terbit itulah lumba-lumba akan bermunculan dihadapan kita dengan atraksinya yang lucu ditengah Laut yang bening dan bersih.

C360_2014-09-23-06-33-29-924

10675517_10204778411401713_5144400496591548630_n 1922367_10204778411201708_647952918013386759_n

Pemandian air Panas di Kec. Banjar, Buleleng

Sebenarnya pemandian air panas ini sama seperti pemandian air panas di Jawa Barat pada umumnya, yang membedakan adalah ornamen yang ada di Pemandian ini. Karena saya sedang berhalangan, jadinya saya hanya berkeliling saja. Padahal inginnya nyebur.

20140923_090346

20140923_084754

Air Terjun Gitgit Buleleng

Menempuh jarak sekitar 2 Km jalan setapak untuk melihat air terjun ini. Sepanjang perjalanannya kita akan melihat pohon-pohon cengkeh dan pohon rempah lainnya yang hasilnya dijual di situ juga oleh petani setempat.

Pura Ulundanu

Perjalanan menuju Pura Ulundanu, kami disuguhkan keindahan Danau kembar yang dilihat dari jalan yang kami lewati. Bali utara ini memang berelief Pegunungan, udaranya sejuk, banyak pepohonan, dan tidak seramai di Kuta. Tiba di Pura Ulundanu, kami di suguhkan keindahan Pura dan Gunung Batur. Trip hari ini ditutup dengan menyantap makan siang di restoran di lokasi wisata.

CYMERA_20141219_055726

Selasa, 24 September 2015

Untuk Trip hari ini kami tidak menggunakan jasa travel, bermodal Goolge maps serta menyewa mobil kecil (Ayla), kami menuju Selatan Bali.

Pantai Suluban/ Blue Point Beach

Arah jalan menuju pantai ini sama dengan arah menuju Pura Uluwatu, dan memang Pantai ini segaris lurus dengan Pura Uluwatu, posisinya masih dekat Pura uluwatu. Pantai ini menjorok kedalam dan tidak selebar Pantai lainnya, seringnya digunakan untuk bermain surfing, karena ombaknya besar. Ratusan anak tangga perlu dilewati untuk menuju Pantai ini. Beberapa meter sebelum pantai, akan ditemukan kios-kios yang menjual kerajinan Bali serta yang menawarkan jasa untuk belajar surfing.

1970719_10204778428322136_5341425959172943877_n

Pantai Padang-Padang

Pantai Padang-Padang ini semakin terkenal sejak film Eat,Pray,Love. Dan terus terang saya juga tertarik ingin kesini karena Film itu. Lokasi Pantai ini tidak terlalu jauh dari Pantai Suluban, hanya menuruni jalan sekitar 1 Km, dan Pantai pun sudah terlihat dari jembatan yang dilewati. Untuk sampai ke Pantai ini, kami harus menuruni anak tangga yang cukup jauh serta jalan kecil yang diapit bebatuan. Ketika kami kesini, suasana saat itu sedang ramai sekali, banyak turis yang berenang dan bermain papan surfing. Pantainya indah dan bersih.

10616116_10204778438202383_2462351549488627636_n

Pantai Pandawa

Sekitar setengah jam menuju Pantai ini dari Pantai Padang-Padang, Pantai yang masih di benahi ini memang memiliki keunikan sendiri, yaitu batu-batu kapur besar yang menghiasi ketika akan memasuki Pantai ini. Berbeda dari Pantai sebelumnya, Pantai ini sangat lebar. Banyak olahraga yang dilakukan di Pantai ini, diantaranya Perahu Canoe dan Paragliding. Puas dengan perjalanan hari ini, kami pun kembali ke Kuta.

10557317_10204778438602393_7319095829679437740_n (1)

1488321_10204778468083130_4032043707945384205_n

10386825_10204778438922401_8141583088889646481_n

Rabu, 25 September 2014

Setengah 6 pagi kami menuju Bandara, karena akan flight ke Bandung pukul 08.00 pagi.

Sekian Trip kami di Bali. Happy dan seru tentunya.

3 days at Amazing Belitung

Trip kali ini sangat berbeda dengan trip-trip sebelumnya, mengapa! karena keberangkatan kali ini benar-benar disiapkan dari 3 bulan sebelumnya dan tidak menggunakan tour guide sama sekali. Mungkin sedikit masukan bagi yang ingin liburan dalam waktu lama, sebaiknya dipersiapkan dari sebelumnya dengan sebaik mungkin. Dan persiapannya mudah ko. Tiket murah dan penginapan murah adalah hal yg paling penting untuk menekan biaya yang dikeluarkan. Maka carilah tiket pesawat dan hotel yang sedang promo. Menuju ke Belitung saya menggunakan penerbangan citilink dan disana menginap di Hotel Bahamas. Berangkat tgl 18 april, kembali 21 april 2014. Tidak menggunakan Tour Travel, dan selama disana kami hanya menggunakan bantuan Maps gadget. Saya berangkat bersama suami dan sepupu, dan kami berjumlah 8 orang.

IMG_2003

Salah satu sudut Hotel Bahamas

Kolam Renang Hotel bahamas

Hari ke-1. Mie Belitung Atep, dan Belitung Timur (Pantai Burung Mandi, Vihara Dewi Kwan Im, Kota Manggar, Replika Sekolah Laskar Pelangi)

Tiba di Bandara Hananjoedin Tanjung Pandan pukul 07.00 pagi. Langsung bertemu dengan pemilik kendaraan yg disewa oleh kami. Perjalanan pertama adalah menuju hotel untuk menyimpan barang, cuaca saat itu hujan gerimis, tetapi tak lama dari itu muncul pelangi yang indah sekali. Sesuai dengan Jadwal Tour yang sudah saya buat sebelumnya, tujuan di hari pertama adalah ke Belitung Timur. Perjalanan Tanjung Pandan- Belitung Timur sekitar 2,5 jam. Perlu di ketahui, jalan di Belitung tidak seramai di Ibu kota, tidak ada angkutan umum, tidak ada kemacetan sedikit pun. Cocok untuk yang mencari ketenangan. Sebelum menuju ke arah Timur, kami memutuskan makan Mie Atep Belitung dan es jeruknya, Ajipp! Setelah itu barulah melakukan perjalanan ke Belitung Timur.  Tibalah di Pantai Burung Mandi, Pantai di Timur Belitung. Tidak lama kami berkunjung ke Pantai ini.

Tidak jauh dari Pantai, kami pun mengunjungi Vihara Dewi Kwan Im. Memang, Perjalanan menuju Pantai Burung Mandi, anda akan melihat beberapa Vihara dan kuburan Cina. Vihara Dewi Kwan Im ini, adalah Vihara yang paling besar di antara Vihara lainnya. Ketika saya berkunjung, banyak orang yang sedang berdoa disana, atau yang mendatangi peramal disitu.

Selanjutnya kami pun menuju ibu kota Belitung Timur, kota Manggar, yang terkenal dengan kota 1001 warung kopi, sepanjang kota Manggar anda akan melihat warung Kopi berjejer. Kami pun merapat sebentar di Warung Kopi Atet untuk mencoba secangkir kopi Manggar, slurppp.. mantep!

Selesai ngopi di Manggar, perjalanan diteruskan menuju Kota Gantung untuk melihat Replika Sekolah Laskar Pelangi. Perjalanan ke sana cukup jauh, sekitar 2 jam dari Manggar. Sebelum sampai di Sekolah Laskar Pelangi, di pinggir jalan akan melihat galian-galian timah yang masih aktif. Sekitar beberapa meter dari situ, terlihatlah Replika Sekolah Laskar Pelangi yang sebelahnya terdapat Museum kata-kata Andrea Hirata.

Hari menjelang sore kami pun kembali menuju Hotel untuk beristirahat.

nindy_mie atep

Mie Atep Belitung yang enak banget

nindy_mie atep

Di Depan Toko Mie Belitung Atep

nindy_burung mandi

Pantai Burung Mandi

nidy_vihara dewi

Vihara Dewi Kwan Im

 

nindy_kopi atet

Rupa Kopi Atet

IMG_8142

Warung Kopi Atet

IMG_8127

Warung Kopi Atet

IMG_2041

Mesjid Agung Belitung Timur

IMG_8218

Replika SD Laskar Pelangi

nindynindy

Suasana di dalam Replika SD Laskar Pelangi

IMG_8219

Replika SD Laskar Pelangi

IMG_8212

Replika SD Laskar Pelangi

Hari ke-2, Pantai Tanjung Kelayang, Pulau Harapan (Pulau Lengkuas, Pulau Batu Berlayar, Pulau Pasir), Pantai Tanjung Tinggi.

Perjalanan di hari ke-2 ini dimulai pukul 8 pagi dari hotel. Perjalanan kesana menempuh sekitar 1 jam. Sebelumnya kami sudah membooking perahu dan alat senorkeling, sehingga disana tidak perlu mencari perahu dan alat senorkeling. Tiba disana, kami disuguhi pantai dan laut yang bersiihh. Pertama, kami menuju ke tengah laut untuk melakukan senorkeling, ketika mengeluarkan biskuit ribuan ikan menghampiri, karangnya bagus, dan yang pasti airnya bening.

Next destination adalah Pulau Lengkuas atau Pulau Mercusuar, di pulau ini terdapat mercusuar tinggi peninggalan zaman penjajahan, kita bisa naik sampai lantai terakhir, dan melihat keindahan laut sekitar yang bagus banget. Pulau ini cukup besar dan cukup ramai, kebanyakan orang menggelar tikar sambil menikmati hidangan seafood yang sudah dipesan. Setelah berhasil menempuh lantai teratas Mercusuar, kami pun meneruskan ke Pulau Batu Berlayar.

Pulau kecil yang Batu granitnya seperti layar perahu. Ketika kami kesana, Pulau ini sepi wisatawan, sehingga kami bebas berfoto. Sejenak kami pun menyantap makanan bekal sendiri seadanya yang sudah disiapkan sejak di Hotel. Disinilah pemilik perahu menangkap buluh babi dan meminta kami untuk mencoba telurnya. Rasanya seperti telur ikan di sushi. Sebelum hari semakin sore, kami meneruskan ke pulau selanjutnya, yaitu pulau Pasir.

Pulau pasir ini kecil, mungkin berdiameter sekitar 7 meter, pulau ini akan tergenang air ketika air laut mengalami pasang, tetapi akan terlihat ketika air surut. Menurut saya, di Pulau pasir inilah ciri khas Belitung. di Pulau ini pun kami sangat menikmati Belitung, berenang tanpa ada ombak, bermain pasir dan bintang laut. Tujuan terakhir di hari ini adalah Pantai Tanjung Tinggi atau banyak disebut pantai Laskar Pelangi, Pantai ini adalah tempat shooting film Laskar Pelangi. Yang membedakan dari Pantai sebelumnya adalah batu Granitnya yang besar dan tinggi-tinggi sekali.

IMG_2135

Pantai Tanjung Kelayang

IMG_8317

Pantai Tanjung kelayang

SANYO DIGITAL CAMERA

Isi laut yang masih bersih

IMG_2184

Ikan dimana-mana

IMG_2187

Mercusuar Pulau Lengkuas

IMG_2230

Lantai teratas Mercusuar

IMG_2196

Tangga menuju Mercusuar

IMG_2315

Pulau Batu Berlayar

IMG_2168

Pulau Pasir

IMG_2263

Pulau Pasir

IMG_2160

Patrick

IMG_2242

Bintang laut di pulau Pasir

IMG_2312

membedah buluh babi

IMG_2341

Pantai Tanjung tinggi

SANYO DIGITAL CAMERA

pantai tanjung tinggi

SANYO DIGITAL CAMERA

pantai tanjung tinggi

Hari ke-3, Pantai Teluk Gembira, Pantai Penyabong, Batu Baginde, Danau Kaolin, Museum Belitung, Rumah Makan Belitong Tempo Doeloe

Destinasi di hari ke-3 ini adalah belitung Selatan, kami pun menuju arah selatan, Pantai Teluk Gembira. Pantai ini tidak seperti pantai sebelumnya, airnya tidak begitu bening, dan berombak cukup besar, kami disini tidak berenang, hanya menyaksikan indahnya Pantai dengan pasir coklatnya. Di Teluk Gembira ini terdapat perahu-perahu yang akan mengantar menyebrang ke Pulau Seliu.

Ketika kami disana sedang berlangsung Pesta Nelayan desa Padang Kandis, semacam pesta rakyat yang katanya dalam rangka menyambut Tahun Baru menurut perhitungan kalender warga asli setempat. Ada lomba tarik tambang, perahu hias, balap perahu, dan lain-lain, serta banyak jajanan anak. Tak lama dari situ kami pun menuju Batu Baginde, yang merupakan batu granit terbesar di Belitung, Batu ini tidak berada di Pantai, tetapi sedikit ke daratan. Banyak cerita mistik tentang batu ini.

Meneruskan perjalanan dari Batu Baginde, bertemulah Pantai Penyabong. Di sini rupa pantainya tidak jauh berbeda dengan Teluk Gembira. Tetapi di pinggir pantai banyak terdapat warung-warung yang menjual menu seafood, diantara menu seafood, terdapat menu yang lain daripada yang lain yaitu pempek kepiting. Rasanya enak kaya pempek tapi ada rasa kepitingnya. Kenyang dengan Pempek Kepiting, kami pun meneruskan perjalanan ke arah kota menuju Danau Kaolin.

Danau ini berada di Tanjung Pandan, dekat dengan Bandara. Danau Kaolin sebenarnya bukan danau alami, tetapi danau bekas tambang timah, bahkan di dekat danau Kaolin masih terdapat tambangan yang aktif. Yang menarik dari Danau ini, adalah warnanya yang cociks banget, birunya keren. Karena masih siang, kami pun memutuskan untuk ke Museum Belitung yang berada di tengah kota Tanjung Pandan, dekat dengan Rumah Sakit Daerah.

Museum ini adalah museum yang menyimpan sejarah Belitung dari masa penjajahan sampai sekarang. Yang menarik dari sejarah yang ada di museum ini adalah Patung Hananjoedin, yang merupakan Bupati pertama yang berasal dari suku asli Belitung, dimana namanya dipakai untuk nama Bandara di Belitung. Karena matahari mulai tenggelam, kami pun memutuskan pulang ke Hotel dan beristirahat. Malamnya, kami mengelilingi kota Tanjung Pandan dan melipir ke Rumah Makan Belitong Tempo Doeloe. Tempat makan ini sangat rekomendid, karena tempatnya unik, dan menyajikan menu asli belitung, serta harga tidak terlalu mahal.

IMG_2421

Pantai Teluk Gembira

IMG_8261

Pantai Penyabong

IMG_8258

Pantai Teluk Gembira

IMG_2431

pasir coklat pantai Penyabong

IMG_2449

pempek kepiting

IMG_8301

danau kaolin

IMG_8300

danau kaolin

IMG_2485

museum belitung

IMG_2486

museum belitung

IMG_2493

halaman belakang museum

IMG_2646

BElitong tempo duluk

IMG_2680

RM Belitong Tempo duluk

IMG_2674

makanan khas belitung tempo duluk

IMG_2655

salah satu sudut RM Belitong tempo duluk

IMG_2675

makanan khas belitung tempo duluk

Bikin Paspor Online di Kantor Imigrasi Bandung

Banyak mendengar cerita kalo pembuatan paspor itu memerlukan proses yang cukup panjang, memakan waktu yang lama, dan mahal. Tapi kali ini saya ingin berbagi pengalaman tentang pembuatan paspor yang tidak perlu memakan waktu yang panjang, yaitu pembuatan paspor secara online.

pembuatan paspor secara online memang belum tenar, masih sedikit orang yang menempuh cara ini atau bahkan yang tahu pun masih segelintir orang. Menurut saya, dalam membuat paspor lebih baik dengan cara online dibandingkan dengan cara manual, tapi dengan alasan tertentu mungkin ada beberapa orang yang lebih baik memilih manual. Berikut pengalaman saya dalam membuat paspor online.

pembuatan paspor ini di urus oleh saya sendiri. Sebelumnya saya sudah membaca beberapa referensi tentang pembuatan paspor online dan membuka web imigrasi tentang petunjuk pembuatan paspor online. Dokumen-dokumen yang harus disiapkan dan di scan adalah KTP, KK, dan Akte/Surat Nikah/Ijazah. Hari jumat malam (1 November 2013) saya melakukan daftar pra permohonan di sini di pembuatan paspor secara online. Yang dilakukan di pra permohonan adalah :

  1. mengisi biodata lengkap
  2. mengupload dokumen, dengan format jpg (upload tidak akan berhasil ketika siza file terlalu besar)
  3. menerima dan cetak bukti penyerahan pra permohonan ke Kantor Imigrasi sesuai dengan tanggal yang kita pilih

Ketika itu saya memilih Hari Rabu 6 November 2013 untuk menyerahkan dokumen identitas diri ke Kantor Imigrasi (Kanim).  Dokumen yang harus disiapkan untuk diserahkan adalah :

  • Asli dan Fotokopi KTP (fotokopi di kertas A4, dengan muka belakang KTP di bagian atas kertas dan muka depan KTP di bagian bawah kertas), KK, dan Akte/Surat Nikah/Ijazah (sebaikanya dipisahkan antara yg asli dan fotokopi serta disimpan di map agar tidak tercecer)
  • Surat Rekomendasi dari Kantor tentang pembuatan paspor (Karena saya karyawan)
  • Materai 6000

Tibalah saya di Kanim kelas 1 Bandung pukul 07.15 pagi. Ketika itu sudah banyak orang yang datang, tetapi Kanim baru dibuka pukul 07.30 pagi,  Kanim yang sekarang bangunannya baru, bersih, dan lebih nyaman. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengambil nomor antrian ke bagian pengambilan nomor antri sebelah kiri dari pintu masuk, untuk pendaftar online jangan lupa bilang “nomor antrian untuk online”, saya mendapat nomor antrian C003, untuk pendaftar online nomor antriannya dibedakan dengan pendaftar manual. Kemudian ke meja sebelahnya untuk mengambil formulir permohonan dan surat pernyataan. Karena saya sudah pernah mengambil formulir, surat pennyataan, map kuning di tahun sebelumnya, dan sudah mengisinya di rumah, maka saya pun langsung mencari tempat duduk saja dekat dengan loket C.

Pukul 07.30 petugas mulai membuka pelayanan, hanya menunggu 15 menit giliran saya dipanggil, fotokopi dokumen persyaratan saya serahkan, setelah di verifikasi lalu saya diberikan bukti pra permohonan dan waktu untuk melakukan proses selanjutnya yaitu pembayaran, foto, dan wawancara pada pukul 14.00 siang. Proses ini kurang dari 10 menit, dan saya pun kembali ke kantor dulu karena masih lama ke pukul 14.00 siang.

Pukul 13.30 saya sudah sampai di Kanim, langsung mengambil nomor antrian untuk proses selanjutnya, dan mendapat nomor antrian F054. Kemudian menyerahkan bukti penyerahan pra permohonan dan nomor antrian ke Loket F, Setelah itu membayar biaya paspor sebesar Rp 255.000;. Selanjutnya menunggu giliran untuk di foto, oh iya untuk proses pembayaran,foto, dan wawancara tidak bisa diwakilkan dan harus memakai pakaian rapih, berkemeja, dan tidak boleh memakai sendal jepit. Setelah di foto, menuju sesi wawancara, di sesi ini di tanya mau kemana dan ngapain, jawab saja apa apa adanya. Setelah itu petugas memberikan tanda pengambilan paspor, jadwal pengambilan paspor yaitu di hari senin tanggal 11 November 2013.

Senin 11 November 2013, saya sampai di Kanim Pukul 07.50, dan mendapat nomor antrian J072, sekitar 2 jam saya menunggu giliran untuk mengambil paspor, lumayan lama, karena untuk pengambilan paspor tidak di bedakan antara yang online dan yang manual. Sebaiknya datang lebih awal untuk mendapatkan nomor antrian yang lebih kecil. Dan akhirnya paspor sudah di tangan saya.

Selesai deh pembuatan Paspor Online di Kanim Bandung. Untuk yang ingin mengurus paspor sendiri, saya menyarankan untuk mendaftar online, hanya 2 kali datang ke Kanim dan prosesnya tidak memakan waktu yang lama dibandingkan dengan pambuatan Paspor yang tidak online.

Family Trip to DIY Yogyakarta and Gunung Kidul (Goa Pindul, Sungai Oya, Goa Sriti, Pantai Indrayanti)

Dalam rangka liburan keluarga, kami memutuskan berlibur ke kota Yogyakarta. Kota serat dengan budaya jawanya dan simbol Keraton yang menarik para wisatawan berkunjung kesana. Memulai perjalanan dari stasiun Kiara condong Bandung menggunakan kereta api pukul 7 pagi dan sampai di stasiun Tugu Yogjakarta pukul 3 sore.

malioboro

Malioboro

Setiba disana langsung check-in Hotel dan setelah istirahat sebentar, kami pun memulai perjalanan ke Malioboro. Dengan berjalan kaki, kami menelusuri Malioboro, shopping sambil menikmati atmosfer kota Yogyakarta. Tak lupa kami mencicipi kuliner khas disini, salah satunya yaitu lumpiah. lumpiah goreng ini rasanya enak, di goreng secara mendadak, dengan isi sayur,ayam,dan telur puyuh, di lumuri sedikit bawang putih halus diatasnya dan dilengkapi dengan acar yang segar. hemmm, manyus. lumpiah ini berada di depan toko sami jaya dekat dengan mall Malioboro.

C360_2013-06-14-19-23-57_org

Gulai Kepala Ikan

Kenyang menikmati Malioboro, saatnya makan besar, hasil pencarian di paman Google, tempat yang menarik buat kami datangi adalah Gulai Kepala Ikan mas Agus, hanya karena tidak tahu pastinya dimana saya mendatangi Gulai kepala Ikan Bang Jo. Tetapi ternyata tak salah juga memilih ini, rasanya enak, sadap, dan yang pasti Murah. Makan ber-4 dengan menu 3 ikan+5 piring nasi+4es jeniper+1 wedang secang= 65ribu saja.  Sudah makan saatnya istirahat.

Destini selanjutnya adalah wilayah Gunung Kidul. Kami memilih tujuan wisata Goa Pindul, Sungai Oya, Goa Sriti, Pantai Indrayanti. Alhamdulillah semuanya bisa kami datangi dengan bimbingan GPS.

Goa Pindul, Sungai Oya, Goa Sriti

Waktu yang ditempuh dari Kota Yogyakarta menuju tempat ini sekitar 1 setengah jam perjalanan, jalannya berkelok tapi bagus. Seperti menuju lembang kalo di Bandung. Sesampainya disana, akan langsung di sodorkan menu cuve tubing Goa dan sungai. Kami pun tertarik dengan semua tempat, untuk paket Goa Pindul, Goa Sriti, dan Sungai Oya dikenankan tarif 90.000/ orang, sudah termasuk pelampung dan alat pengaman lainnya sampai transportasi menuju tempatnya.

Goa Pindul, inilah destinasi pertama yang di datangi, panjang Goa ini sekitar 250m, dan diputari menggunakan ban besar, untuk yang tidak bisa berenang tidak usah takut, karena aman. Goa pIndul ini terdiri dari Salaktit dan salakmit yang indah dengan bentuk yang bermacam-macam, bahkan jenis batu-batu ynag terbentukpun bermacam-macam. Yang menarik disini terdapat salaktit terbesar di Indonesia yang ujungnya tidak terlihat, serta terdapat batu yang dipercaya sebagai simbol keperkasaan laki-laki, dan tetesan air batu kristal yang dipercaya dapat membuat cantik dan awet muda wanita.

Goa Pindul

Goa Pindul

goa pindul

goa pindul

Sungai Oya, destinasi berikutnya. Membutuhkan perjalanan lagi menuju tempat ini, jalan setapak dikelilingi pohon-pohon kayu putih  menemani perjalanan ke Sungai Oya, tetapi jaraknya dekat, hanya menanjak dan jalanannya batu. River Tubing di Sungai ini cukup lama, hampir 2 jam. Sungainya luas, tetapi jeramnya tidak terlalu banyak, ketika di tengah perjalanan akan melihat batu pinggiran sungai yang sangt indah seperti karang, serta air terjun.

sungai Oya

sungai Oya

Air Terjun Sungai Oya

Air Terjun Sungai Oya

Perjalanan menuju Sungai Oya

Perjalanan menuju Sungai Oya

Goa Sriti, inilah wisata yang cukup menegangkan dan memacu andrenalin. Teringat seperti di film Tomb Rider. Sebenarnya kita hanya melewati Goa yang panjangnya sekitar 300m, cuman Goa ini berbeda dengan Goa Pindul, kita tidak menggunakan ban, hanya berjalan kaki. Goa ini sangat dalam dan gelap sekali, hanya ada penerangan senter yang dibawa oleh pemandu. Memasuki Goa ini harus menuruni anak tangga yang cukup curam dan panjang. Didalamnya sama seperti Goa Pindul, terdapat batu-batu serta salaktit dan salakmit yang indah. Ruang berjalannya sangt terbatas, bahkan ada yang hanya pas sebadan kita. Kedalaman airnya antara selutut sampai sedagu orang dewasa.

Goa Sriti

Goa Sriti

Goa Sriti

Goa Sriti

Selesai sudah menikmati tempat wisata Goa Pindul, Sungai Oya, dan Goa Sriti. Yang perlu diperhatikan, kita sebagai wisatawan harus mentaati segala peraturan yang diarahkan oleh pemandu, dan berlaku sopan di tempat wisata.

Indrayanti Beach

Pantai Indrayanti tampak samping

Pantai Indrayanti, adalah pantai dengan pasir putihnya yang sangat indah. Pantai ini adalah pantai yang paling Timur diantara deretan pantai-pantai di selatan Gunung Kidul (pantai drini,pantai krakal, pantai baron, dll). Pantai ini memang belum seramai pantai-pantai yang sudah tersohor. Membutuhkan waktu sekitar 1 jam menuju pantai ini dari Goa Pindul. Penunjuk arah ke pantai ini memang tidak ada, ikuti saja penunjuk arah pantai   atau pantai Baron, atau bertanya kepada warga sekitar. Ketika sudah sampai akan ada Gerbang masuk menuju wisata pantai, dari situ sekitar setengah jam menuju Indrayanti. Kami sampai di pantai ini ketika matahari akan tenggelam dan berganti malam, karena lelah dari Goa, kami pun hanya bersantai-santai dan makan malam di restoran pinggir pantai sambil menikmati angin pantai serta suara ombak yang mendamaikan dunia.

Berwisata dan travelling berarti bersyukur dan mengagumi ciptaan Allah swt.

Pantai Indrayanti

Pantai Indrayanti

Life guard

Pasir putih Indrayanti

Dinner

Dinner di Pantai Indrayanti

Pasir putih

Pasir Putih Indrayanti

Batu Indrayanti

Nyasar di Pulau Tidung

Malam itu akhirnya aku dan sahabatku memutuskan untuk mengisi weekend ke Pulau Tidung yang merupakan salahsatu gugus di Kepulauan Seribu. Yang beberapa tahun ini menjadi salah satu spot yang eksis di dunia travelling. Dengan keadaan yang serba mendadak, kami pun meluncur menuju Pulau Tidung dengan berbekal informasi seadanya yang kami dapatkan di Google tanpa pemandu wisata dan biro perjalanan, karena diantara kami belum pernah sebelumnya menginjak Pulau Tidung. Dapat disebut perjalanan wisataa ini ‘backpacker-an.

Sabtu, Pukul 06.00 kami memulai perjalanan dari Karawang menggunakan mobil sewa yang hanya mengantar sampai Muara Angke. Selama perjalanan menuju Muara Angke tidak menemui kemacetan. Sekitar Pukul 08.30 tibalah kami di Muara Angke, dan tanpa basa basi kami langsung menaiki kapal yang akan membawa kami ke Pulau Tidung, karena  Kapal tersebut akan berangkat saat itu juga dan belum tentu akan ada lagi Kapal yang akan membawa kami menuju Pulau Tidung. Kapal yang kami tumpangi adalah Kapal nelayan yang cukup besar, tetapi bukanlah kapal bagus dan mewah. Beralaskan tikar tanpa sandaran dan dimanapun kita bisa duduk tanpa nomor seat. Hanya membayar Rp 35.000 saja sampai di Pulau Tidung.

3 jam kemudian atau sekitar pukul 12.00-an tibalah kami di Pulau Tidung. Pada saat itu cuaca cukup panas dan terik, sehingga kami kegerahan dan keringat mengucur. Karena tanpa biro perjalanan, saat tiba disana yang pertama kami lakukan adalah mencari penginapan sambil meneguk segelas air di warteg yang tak jauh dari pelabuhan. Setelah bertanya-tanya akhirnya kami mendapatkan tempat penginapan yang menurut kami cukup untuk 7 orang dan cukup dengan kocek yang ada, Rp 250.000 untuk satu malam, berada di Tidung Barat. Disini tidak ada hotel, warga disini menyewakan rumah-rumah mereka untuk para wisatawan,

Pulau Tidung Tidak terlalu besar, dengan menyewa sepeda Rp 15.000 selama 1 hari sudah dapat mengelilingi Pulau Tidung, atau dengan menggunakan Bentor (Becak Motor). Disini terdapat sekolah (SD, SMP, SMA), Kantor Kecamatan, Puskesmas,Kantor Polisi. Sebagian besar mata pencaharian mereka adalah nelayan dan segala yang berhubungan dengan pariwisata. Hanya disini tidak ada hotel,mall, dan restoran.

Setelah mendapatkan Penginapan, kami pun memutuskan untuk snorkling. Karena kami tidak menggunakan biro perjalanan, maka kami harus mencari sendiri penyewaan perahu dan alat snorkling, dengan bantuan pemilik penginapan akhirnya kami mendapatkannya. Untuk sewa perahu harus membayar Rp 300.000 dan sewa alat snorkling Rp 35.000 per orang. Mulailah kami menuju tengah laut sebelah Barat dan nyebur. Subhanallah indahnya di didalam laut.  Karang-kSnorkeling di Tidungarang serta ikan-ikan yang warna warni membuat aku tidak mau mengedipkan mata. Yang perlu diperhatikan ketika snorkeling adalah kaki katak harus selalu digunakan, karena dapat melindungi kaki kita dari tajamnya karang. Sangat disayangkan, keindahan itu sedikit tercemar oleh oli-oli dari limbah Perusahaan minyak, dan oli tersebut menempel di baju serta meninggalkan bekas.

Malam pun tiba, kami memutuskan menuju Jemabatan cinta untuk menikmati indahnya malam di tempat yang katanya paling romantis’ dan paling terkenal dari Pulau Tidung. Tanpa memperhitungkan jarak, akhirnya kami menggoes sepeda kami menuju jembatan cinta, yang ternyata jarak antara penginapan dan jembatan cinta cukup jauh sekitar 5km. Dengan ngos-ngosan akhirnya kami sampai di jembatan cinta, tapi loh ko sepi yah, hanya ada segelintir pemancing yang berada di jembatan penghubung Tidung Besar dengan Tidung Kecil. Karena ingin menikmati malam itu, kami pun berfoto-foto, sampai akhirnya waktu menunjukan pukul 9.30 malam,dan tiba-tiba lampu mati, di Pulau Tidung terjadi mati lampu karena Gardu terbakar. Sampai Pukul 11.00 kami menunngu dengan harapan lampu akan menyala, tetapi belum juga, dan akhirnya kami memutuskan untuk kembali menuju penginapan dengan bekal lampu handphone. Disinilah pengalaman yang tidak akan terlupakan, karena saat itu jalanan gelap gulita dan kami pun tidak ingat arah menuju penginapan, nyasar jadinya, karena sudah larut malam , tidak ada orang tempat bertanya. hehee.. lucu kalo inget ini. Muter-muter disitu dan ngerinya pas gelap banget. Sampai akhirnya kami bertemu Bapak-bapak dan akhirnya mengarahkan kami. Pentingnya mengingat jalan di Pulau Tidung karena di setiap gang tidak ada nama jalan dan tipe jalan nya itu seperti sama.

ConoeKeesokan harinya kami menghabiskan waktu untuk bermain permainan air di dekat jembatan cinta. Karena pegal-pegal sisa semalam goes 10km ditambah nyasar, akhirnya perjalanan menuju Pantai Timur menggunakan Bentor. dari Penginapan menuju Pantai timur cukup membayar Rp 15.000 untuk 2 orang. Pagi itu kami habiskan untuk bermain Dounat boat dan Banana Boat, 1 permainan air cukup Rp 25.000 saja per orang, cukup murah dibandingkan dengan tempat-tempat lainnya, dan sisanya kami habiskan untuk berjalan menuju Tidung kecil. Dan pada akhirnya kami pun meninggalkan Pulau Tidung sekitar pukul 13.00 siang dengan menggunakan perahu nelayan seperti ketika berangkat.

love bridgePulau Tidung tempat yang asik dan recomended, cukup untuk menghilangkan kepenatan atas aktivitas sehari-hari, dengan kocek yang tidak terlalu mahal dan jarak yang tidak terlalu jauh, kita dapat menikmati indahnya pantai dan isi laut dan yang paling penting adalah dapat merefresh.

Hamparan Kab. Karawang

Sebenarnya dah lama ingin bercerita tentang Kab. Karawang, dari pertama penugasan kerja di kota ini sekitar 2009, tapi baru sekarang terlaksana. Ketika pertama mendapat SK tentang penugasan di kota yang terkenal dengan sebutan lumbung padi ini, tidak pernah terbayang bagaimana keadaan kota ini. Dengar cerita, karawang adalah kota kecil, berhawa panas dan identik dengan dunia “pantura”, tapi bagaimana pun saya berniat menjalankan tugas ini.

Karawang berhawa panas sekali, butuh kipas angin dan AC ketika tidur, tanpa menggunakan selimut dan baju panjang, sangat bertolak belakang sekali dengan kota asalku. Tahun 2009 Lahan luasnya masih terisi dengan sawah, mungkin ini yang dikatakan kenapa disebut kota “Lumbung Padi”, meskipun di Tahun 2012 ini lahan pertanian sudah banyak yang dialihfungsikan menjadi lahan komersil, kotak2 komplek rumah yang luas. Sebenarnya aku sangat menyayangkan untuk hal ini. Pusat kotanya kecil, keramaian terpusat di Ramayana dan Matahari (Mega M), baru sekarang ada Karawang Central Plaza di daerah Galuh yang lebih besar dari Mall sebelumnya. Disini pula terdapat Kawasan Indsutri yang besar di daerah Barat dan Timur, sehingga mayoritas penduduk disini bekerja di indsutri tersebut. Padahal banyak peristiwa sejarah  masa penjajahan tersirat di Kota ini, hanya saja jarang orang teringat. Tentang penculikan Bung Karno di Rumah Laksamana Muda Maeda Rengasdengklok.

Hanya cukup sulit menemukan makanan yang khas dan enak (menurut saya). Tapi ada makanan yang khas dan enak disini yaitu  serabi ijo Rengasdengklok dengan kuah manis rasa durian. Entah terbiasa dengan makanan yang beraneka rasa di Kota Bandung menjadi tidak menemukan rasa itu disini.

Tetapi yang cukup menentramkan hati adalah jarang menemukan kemacetan disini, hanya saat-saat tertentu saja terjadi kemacetan. Secara di kota-kota besar selalu bertemu dengan kemacetan.

Sekilas tentang Kab. Karawang, berharap bisa menjadi kota yang nyaman🙂

Happy New Year

Hari ini masih seperti biasanya, masih seperti minggu yang lalu. Hujan terus mengguyur kota kelahiranku, Tanah Sunda tatar parahyangan, udara dingin yang bikin aku harus berjaket tebel, kaos kaki, trening, dan kayu putih yang dibalur. Atau mungkin karena aku sudah terbiasa dengan panasnya tempat aku mengais rezeki. Mungkin bisa saja.

Aku masih ga’  ngeh, kalo hari ini ternyata sudah berganti tahun, 2010. Rasanya ini masih yang dulu, masih seperti hari yang kemarin. Bunyi terompet, suara ledakan dan indahnya kembang api, serta riuhan orang2 yang meneriakkan pergantian tahun, masih seperti mimpi.

Flash back, di tahun 2009 ternyata banyak sekali peristiwa2 yang membuat aku berfikir, semakin dewasa dalam mengambil tindakan, tak lupa nikmat2 yang Allah berikan yang sepatutnya disyukuri. Alhamdulillah.

Semua sudah ditutup, waktunya berfikir kedepan. Happy Newyear……

Bulan Ramadhan

Alhamdulillah….

aku masih bisa dipertemukan dengan bulan suci ini, Bulan Ramadhan. Bulan dimana sluruh umat muslim melaksanakan ibadah puasa. Senin-kamis aku berada di Karawang, ngejalanin tugas. Jumat sore pulang kampung, pulang ke bandung. hawa panas berubah menjadi hawa yang sejuk, really cool.  Di karawang, kulit aku jadi gatel2, anehnya pas k bdg biasa lagi, mungkin belum cocok dengan udara dan hawa disana yg super panas dan gersang.

Aku absen taraweh pertama, padahal pengen banget. Bandung macet gara2nya. Gila y bandung makin padet! Sampai akhirnya sahur. Nikmat banget, hari pertama sahur dengan keluarga tercinta, dan ngejalanin puasa pertama dengan keluarga.

Mudah2an di Bulan ini banyak berkah yang di dapet, puasa lancar, dilipatkan pahalanya, dan selalu di Lindungi oleh Allah SWT amieen.

Selamat menjalankan ibadah puasa y..

Bersyukur..

Aku masih yang seperti dulu… tapi semua ku jalani berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya..

semuanya ku pilih dengan segala harapan…

tak pernah lupa dengan ucapan syukur selalu..

kali ini aku dengan pekerjaan baru, mungkin untuk teman2ku ada yang bertolakbelakang dan anti dengan lembaga milik pemerintah ini.. tapi itu semua hanya ungkapan pendapat dalam obrolan biasa.. aku tetap menjalankannya meskipun banyak sekali tanggungjawab dan konsekuensinya.. karena sudah kupilih itu, semoga juga selalu diridhoi oleh Nya.. meskipun harus aku tekan idealisme ku disini…

kembali kepada orang yang pernah lama singgah di kehidupanku, orang yang ingin berubah untuk tidak egois lg… aku pilih dia, tentunya dengan segala harapan.. semoga dia bisa berubah. aku pilih dia karena dia ingin berubah bersamaku. semoga 2011 semuanya tercapai.

yang jelas aku bersyukur kepada Nya..

akhirnya bisa ngepost jg…

setelah berabad2 lamanya.. lebay…

sebenernya banyak info dan cerita nih.. tp yg mana dulu y yg diceritain…,,

but now im feel so tired.. really tired..

aktivitas penuh, dengan jarak antar  daerah…

semoga apa yang dijalankan skr banyak yang bisa di petik dikemudian hari..