Heart Voice
Manusia boleh memiliki keinginan,
manusia boleh mengaharapkan dan mendambakan sesuatu,
Tapi kali ini aku tidak boleh, karena aku beda.
Aku dibedakan.
Entah apa reason dari semua larangan itu.. aku masi ingin tahu.
Kenapa aku tidak boleh??
apa aku special? atau mungkin aku hina?
Masihkah pandangan dan pemikiran yang sangat minimalis harus diterapkan kepadaku, sehingga aku harus menjalankan kehidupannku dengan segala kemampuan yang dibatasi.
Aku sedih. aku menangis. aku curhat sama Allah. kenapa aku harus tersudutkan..
Ampuni aku y Allah..
not too late
i hope this not now…
when i didnt feel that u said that…
its not too late..
but i not feel that yet…
kenapa harus egois…
robot mungkin bisa denger keegoisan itu..
tapi aku manusia….
im a human..
im just people…
Antara kebohongan dan kebenaran…
Waktu itu adzan magrib berkumandang, Hujan rintik-rintik tidak begitu deras mengantarkan sore ke malam yang gelap, jendela dan gorden rumah ditutup, lampu-lampu menerangi semua sudut gelap ruang dunia ini. Transisi warna langit beserta pergerakan awan terpandang dengan jelas. Kegagahan mentari disiang hari sirna digantikan kemilaunya bintang dan hangatnya bulan. Lalulintas manusia lenyap dan hilang.
Aku menoleh ke arah suara itu, ternyata ada percakapan antara ibuku dengan soerang nenek-nenek tua yang tidak ku kenal. Nenek tua itu berbahasa sunda, tapi aku tidak menyimak perkataannya, karena jarak membuat suaranya tidak jelas. Tiba-tiba ibuku menghampiri, “Tolong ajak bicara nenek itu”, sementara ibuku berjalan ke arah kamarnya.
Saat itu aku mulai berbicara dengan nenek tua itu. Aku tanya domisilinya, dia bilang kalo dia hidup sebatang kara, dia tinggal di kampung dekat pasar Ujung Berung, yang jarak dari rumahku cukup jauh sekali, sekitark 2 km. Dalam hati aku hanya bergumam, Ya ampun… seorang wanita yang sudah tua, sebatangkara, jalannya pun sudah bongkok, harus jauh2 menempuh jarak yang cukup jauh, malem2, untuk apa?. Terlintas teringat nenekku yang aku panggil “emak”. Apa anaknya, saudaranya, atau tetangganya tidakkah memberikan pertolongan. Teganya.
Disela2 itu ayahku menghampirinya. Ayahku tak berucap. Nenek itu yang memulai percakapan. Percakapan yang bermaksud memuji dan menyanjung ayahku. Disebut rupawan, bijaksana, gagah. Ayahku hanya senyum tak berucap.
Disaat itu ibuku datang dari kamarnya. ” Bu.. ini saya kasih uang, tapi mungkin hanya cukup untuk makan ibu aja, kebetulan saya juga ada banyak keperluan, diterima tidak?”. Aku lihat ibuku memberi 20ribu. Raut muka nenek itu terlihat menurun. Aku simpulkan dia tidak puas dengan apa yang diberikan ibuku. Sepertinya ibuku membaca raut muka wanita tua itu. ” Aduh neng, ya udah 200ribu aja.. ada tidak?”. Ibuku tersenyum. “Kalo memberi itu kan yang penting ikhlas bu…”. Sepertinya nenek itu kecewa, dia diam seribu basa. Pujian dan sanjungan yang sebelumnya dilontarkan dengan berkoar-koar tiba-tiba sirna dan berubah menjadi raut muka yang kecewa.
Kekecewaan tiu mengantar nenek itu pulang. Entah kemana. Padahal aku ingin sekali mengikuti beliau, mencari kebenaran atas semua yang terjadi dengan nenek tua itu. Aku takut kalau ternyata nenek setua itu hanya dijadikan objek dan korban oleh orang-orang yang berhati busuk. Tapi malam begitu larut. Hujan belum juga berhenti.
Aku curious dengan percakapan antara ibuku dan nenek tua tadi. Ibuku bilang tidak mengenal nenek itu samasekali, dia bercerita dia butuh uang untuk operainya senilai 500ribu. Tapi entah kenapa ibuku kurang yakin atas semua ceritanya. Bahkan domisilinya tidak jelas.
Saat tubuhku kubaringkan di tempat tidur aku berdoa Ya Allah seandainya nenek tua tadi benar semua perkataannya, semua ucapannya, semua kesulitannya, semua kenyataannya yang ada, tolong mudahkan jalannya, tapi seandainya semua itu hanya mengelabui, menipu, dan membohongi, sadarkanlah dan arahkan ke jalan yang benar. Dan maafkan jika tindakan kami salah.
Aktivitas full
Seminggu ini rasanya penuh banget, penat, sesak banget. Kerjaan di hari2 tertentu banyak, tugas ngedadak di kampus juga bikin pusing, ditambah masalah2 yang bikin BT dan bikin gendok lainnya. Mudah2an di hari sabtu, aku bisa sedikit santei, bisa menikmati hari libur dan beristirahat ngilangin kepenatan.
Aku beraktivitas sehari selama almost 17 jam, rasanya waktu tuh cepet banget.
Ato mungkin lagi jenuh?
T.I.D.U.R
Tiba pukul 21.00 dunia dalam berita. ” Dah malem tuh…, tidur di kamar y” mamah aku selalu nyuruh tidur setiap jam segitu. Ini terjadi waktu aku masi kecil. Kadang aku males beranjak ke kamar, pengennya di gendong. Setelah itu di tungguin dulu mpe tidur, baru deh pintu kamar di tutup. Setelah beberapa jam kemudian. “Bangun2.. dah pagi, sekolah dulu y…”. Dah pagi deh! Ini suasana mau tidur dan bangun tidur ketika aku masih kecil.
Tidur tuh gampang tapi ko kadang susah y…?? Kadang tidur suka jadi masalah. Malah pernah aku denger lagu di radio (gtw radio apaan) judulnya insomnia. Haha.. Lucu!
Begitu juga aku, 2 hari kemaren susah tidur dan tidurnya g nyenyak. Padahal aku dah baca buku, ngehayal-ngehayal (maksudnya biar tidur), ih tetep we tidurnya g nyenyak. Bangun pagi g seger. Padahal buat aku keadaan bangun tidur tuh menentukan kualitas semangat dalam menjalankan hari-hari dengan berbagai aktivitas dan tugas ngebuat makalah serta presentasi (lihat dialog dibawah).
Rima : “Rajin amat buat makalah…”.
Nindy : ” Iya …lama-lama gw jadi penulis nih.., gara-gara dosen2 survey ke Jakarta (The Big 4), dan kaka-kaka kelas disana pada kesulitan ketika presentasi, hampir semua mata kuliah diharuskan persentasi dan buat makalah, Hebat g sih bu…, menyebalkan g sih…”
Rima : “Jadi siapa yang salah?”
Nindy : ” Dosen dan para teman angkatan atas disana..”
Rima : ” Terus nindy kenapa mau kuliah disana?…”
Nindy : “…..mmmmm…….., yuuuu….”
(Hanya orang2 tertentu yang mengerti dialog ini ).
Rasanya kalo bangun pagi kurang fresh, kesananya juga jadi kurang. Bahkan aku pernah marah2 ma tidur, ” Kenapa sih tidur aja susah?” saking keselnya. Tidur g pernah ngertiin aku, dah jelas2 aku tuh waktu tistirahatnya dikit, tapi kenapa gt sedikit aja meni susah mau tidur nyenyak.. Why,why,why??
Kenapa aku bikin judul weblog aku tidurnyenyak.. mungkin ini yang aku rasakan. Makanya ketika aku berdoa, selalu menyisipkan semoga bisa tidur nyenyak dan hilangkan fikiran2 yang mengganggu dan tak penting di pikirin. Tidur nyenyak hati senang! hahaha.. kaya slogan apaaaa gt…
Ingin Liburan
Untuk anak sekolah, minggu2 ini mereka sedang menikmati masa liburan. Wah senangnya…! Libur panjang istilahnya waktu aku skul. Biasanya si pas masuk sekolah ntar guru B.Indonesia ngasi tugas untuk mengarang sepanjang2nya dan sengarang2nya. Ternyata untuk masa sekarang aku tidak bisa menikmati liburan seperti dulu lagi. Dengan alasan beberapa aktivitas kerja dan kuliah SP yang harus tetep dijalani.
Tapi tentunya saja, meskipun hari yang padat dan aktivitas yang banyak, tetep aja aku butuh liburan. Sebenernya dari minggu kemaren setelah beres UAS aku pengen banget liburan. Libuaran bareng keluarga ato temen. Pokonya seru2an. Ternyata semua orang sibuk dengan acaranya, susah buat kumpulin orang-orang. Klopun ada juga aku yang g bisa. Yah beginilah, jadinya paling cuma keliling bandung yang di seluruh penjuru jalan muacet dan penuh dengan kendaraan2 ber plat luar bandung. Keamaren sabtu aku keluar dan menghampiri sebuah toko kue yang berada di jalan kemuning, situasi toko kue yang padat banget dan antrian panjang di depan kasir, tidak seperti biasanya. Gila!
Mungkin susah juga untuk situasi kaya gini tapi tetep ingin liburan. Kira2 kemana y dengan waktu 2 hari kita bisa menikmati liburan yang seru, ngerasain bener-bener liburan, g mikirin kuliah dan gawe, tapi tempatnya kalo bisa jangan di Bandung dan ga jauh2 amat dari bandung (maksudnya biar g lama dijalan), serta murah yang penting…..
Tebing yang Tinggi
Kermaian kota, tumbuhnya pohon palm tupai yang menjulang ke atas, interaksi antara alam manusia dan manusia yang erat, kehidupan yang begitu dinamis dan semakin berkembang. Keadaan yang hampir sempurna.
Kenapa aku terlambat bahagia? kenapa itu menggulungku dengan bagian yang membuat aku seperti diasingkan..
Begitu sangat mendalam..
Jatuhnya hari ketika aku lahir, sampai aku masi berdiri di dunia ini..
Menangis pun itu tak seberapa, karena itu begitu sakit, begitu membuat diri ini ingin jatuh dari atas tebing yang menacap kokoh di tengah liukan rawa.
Kenapa aku harus begini? dengan kondisi yang harusnya aku bisa menjalaninya seperti saudaraku yang lain.
Aku yang terdidik seperti diantara keseraman hutan yang gelap dan tak ada perubahan antara malam dan siang. Seperti bumi ini tak berputar. Diam ditempat… Hingga aku kaku, terbentuk tak fleksibel. sangat dan jauh berbeda.
Dan aku belum bisa mencari perhitungan akhir dan menyelesaikan tugasku untuk memecahkan soal dengan rumus yang begitu kompleks.
Aku manusia, aku sayang, aku sangat menyayangi. Dan itu satu2nya permataku yang tak akan aku jual sampai kapanpun. Aku tak mau kehilangan.
Tapi adakah hati yang mengerti aku? bertanya apa mauku, apa kesuliatanku, apa keinginan ku, semuanya selalu kujawab dan kuselesaikan sendiri…
Aku tak mau menjadi hambaNya yang berdosa dan tak bersyukur, semoga ada kebahagiaan yang tak pernah kuduga setelah ini yang diberikan oleh Nya.
Di meja makan saat makan malam
Kemarin malem pulang kuliah laper banget, sampe rumah aku langsung simpen tas, lalu berangkat ke meja makan untuk inspeksi makanan apa yang tersedia dan siap dilahap. Ternyata makanannya kurang memikat,, aku makan roti keju aja dan minum teh manis anget sambil rebahan dikit di kursi meja makan.
Rotinya enak, aku suka tapi gtw laper kali y jadi enak. hehe…. sudah dua gigitan tiba-tiba aku teringat dengan akangku… kalo dia sedang berkunjung ke rumah, akang suka ajak makan, sekalian temenin aku makan. Akang tu suka manja, minta diambilin nasi nya, dibikinin minumnya, kalo abis makan aku suka buatin teh tawar panas… kadang2 suka males si bikinin, tapi ternyata malah itu yang aku inget dan ngangenin… oia stok dirumahku awer banget, biz jarang yang bikin teh…hehe
Hiks hiks hiks… sediiiiiih, pengen nangis…… udah mu sebulan g ketemu ma dia, cuma sms an doank. telepon sekali2nya, coz mahal.. 1 menit pula ngomongnya. Pas aku telp seneng banget, coz biasanya tiap hari aku telp2an (kan sama2 pake CDMA jadi murahan telp), huhuu….
Ternyata lebih g enak di tinggalin..
But.. gimana pun juga tetep harus bisa ngejaga hubungan ini. Dia juga pergi jauh untuk masa depannya. Dan semua ini pasti berhikmah… karena semua ini adalah pengorbanan.
-
Archives
- September 2009 (1)
- August 2009 (1)
- May 2009 (1)
- March 2009 (1)
- January 2009 (2)
- December 2008 (3)
- November 2008 (3)
- October 2008 (6)
- September 2008 (5)
- August 2008 (3)
- July 2008 (6)
- June 2008 (2)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS

