All about Ujung Berung
Sudah sekitar 21 tahun aku tinggal di salah satu perumahan daerah Ujung berung, aku tinggal di kaki gunung Manglayang. Alhamdulilah di zaman ini aku masih dapat menghirup udara segar ketika membuka jendela kamar, atau merasakan tidur dengan selimut yang tebal karena suasana malam itu dingin sekali, atau melihat kabut di halaman ketika pagi hari, bahkan masih dapat menyaksikan indahnya kota Bandung yang berkelip di malam hari. Ditambah masyarakat-masyarakat desa yang selalu melakukan aktivitas tradisional. Pokonya pasti kabita.
Ujung Berung terkenal dengan jauhnya, mungkin karena dengan kata-kata “ujung”, biasanya orang tahu karena itu merupakan jalur menuju daerah Jateng dan Jatim sehingga jalan raya Ujung Berung selalu dipenuhi dengan Bis Kota dan truk-truk yang membawa angkutan ke luar kota. Mall-mall yang berserakan di daerah kota, sama sekali tidak berdiri disana. Hanya Supermarket kecil serta pasar tradisional yang menjadi pelaku ekonomi disitu. Memang sekitar 2 tahun yang lalu ada rencana pembangunan mall, tetapi ternyata sampai sekarang tak urung ada. Entah kenapa, tapi aku pikir Mall yang ada disitu tidak akan aktif sebagai tempat aktivitas ekonomi.
Dibalik semua “kejauhannya”, “ke entah annya”, ketidakmenarikkannya Ujung Berung, ternyata disini banyak sekali tempat dan spot-spot yang keren serta hal-hal yang ada disini. Kita bahas..
Kawasan atas Cilengkrang– tempat yang tinggal beberapa KM lagi menempuh puncak gunung Manglayang. Didaerah ini penduduknya masih ada yang bermatapencaharian sebagai petani atau peternak. Di sebuah kampung terdapat KUD yang biasanya menampung hasil susu murni sapi yang dikirim oleh para penduduk disekitarnya. KUD dipenuhi penduduk di sore hari. Ketika aku berada dibukit itu sejauh mata memandang adalah hamparan sawah dan kebun yang serba hijau. Udara yang begitu segar dan hening. Siang hari aku makan nasi timbel dengan lauk ikan asin dan lalab daun singkong serta sambal, mmmmhh.. nikmat banget, nasi timbelnya legit, diakhiri dengan air minum teh hangat. Sepulangnya dibekali susu murni yang baru diperah, sebelumnya sempat berjalan mengitari kandang sapi perah yang besar-besar dan sedikit memberi makan. Kampung tersebut merupakan akses yang sering digunakan oleh para pendaki gunung dan pejalan kaki yang ingin menempuh Curug Cilengkrang dan Puncak Manglayang. Curug Cilengkrang merupakan tempat wisata yang lumayan banyak dikunjungi orang.
Cafe di kaki gunung Malangyang– Perjalanan menuju kesana memang cukup sulit. Seperti cafe-cafe yang berada di kawasan dago atas, suasananya bagus, makanannya murah, ada kebun stroberi yang bisa dipetik sendiri, meskipun memang konsepnya tidak sekeren cafe-cafe kawasan dago atas. Kita dapat bermalam disana, hanya saja bukan penginapan ataupun hotel.
Seni dan Budaya– Penduduk aslinya masih melestarikan adat istiadat sunda nenek moyangnya, meskipun budaya-budaya modern sudah masuk, dan banyak pendatang yang sudah modern. Seni yang dilestarikan dan menjadi ciri khas ujung berung adalah Benjang. Acara Benjang yang besar biasanya diadakan di Lapang Alun-alun Ujung Berung. Selain itu ada kesenian “adu bagong”, yaitu mengadu anjing dan babi hutan. Ritual-ritual yang berhubungan dengan panen, kelahiran binatang ternaknya, hari-hari tertentu di kalender hijriah, masih ada yang melakukannya. Mudah-mudahan hal yang baik dari adat istiadat ini bisa selalu dilestarikan.
Goyobod– adalah minuman sejenis cendol, cingcau, dll. Seger banget dan mm… Aku juga ga tau ini minuman khas mana, yang jelas setiap mau buka puasa, sepanjang jalan ujung berung berjejer mamang goyobod.
Pasar Minggu– Ada setiap hari minggu tentunya, tapi aku masih bingung orang yang ke pasar minggu seperti Gasibu, Padjadjaran, Tegalega, Punclut, dll tu, mau olahraga ato belanja y..mungkin dulu tujuannya mu olahraga, hanya semakin kesini orang2 pergi ke Pasar minggu biasanya pakaian olahraga, tapi pas disana malah belanja dan selanjutnya makan-makan, karena keburu siang, olahraganya ketunda deh. Gt kali y… Nah di daerah rumah aku ada pasar minggu yang kalo digambarkan sedikit mirip punclut, karena letak geografisnya di pegunungan. Segala macam tukang jualan ada disitu, dari sandang, pangan, mpe papan, kecuali yang jual anak. Ada satu makanan yang aku suka, nama makananya ga tau, yang jelas itu makanan tradisional, coz yang jualnya pake sejenis boboko gede gt. Bentuknya kaya nasi timbel, ketan pulen dicampur kelapa parut trus dikasi kacang tanah dikit, dibungkus daun pisang. Mmm.. manyus….
Itulah kisah kota yang banyak menyimpan misteri keindahan.
Kedatangan Menristek di RITECH EXPO
Aku ditugaskan di hari kedua Ritech Expo, berangkat hari jumat pukul 06:00 bersama teman-teman dari Zamrud yang akan mempresentasikan Crayonpedia, sampai di MGK sekitar pukul 09:00, Perjalanan lancar dan tidak terjebak macet samasekali, beruntung tidak bertemu dengan macet. Tiba disana ternyata acara belum mulai, masih bebenah stand. Skitar 20 lebih stand yang berada disana, yang menampilkan beberapa karya anak bangsa yang berasal dari berbagai lembaga, universitas, dan masyarakat sendiri. Beberapa menit kemudian diberitahukan bahwa harus sedikit cepat bebenah karena akan tiba kedatangan Meristek, kami pun sedikit mempercepat tempo untuk beres2. Aku sedikit bertanya di meja laptop, ada tropy. “Winner” ternyata itu tropy atas kemenangan IGOS Center Bandung di ajang INAICTA 2008, atas Jbatik. Cool..
Pengunjung mulai berdatangan dan tiba waktunya giliran kami presentasi.Aku masih saja menunggu kedatangan Pak Kusmayanto Kadiman, tetapi sampai presentasi selesai yang memakan waktu 2 jam, masih saja tak kunjung datang. Sampai aku makan siang pun ternyata belum tiba. Beberapa jam kemudian, terlihat beberapa gerombol orang yang mengerubuni, entah ada apa. Ternyata itu adalah Pak Kusmayanto, dengan pakaian yang sangat santai dengan kalungnya, Pak Kusmayanto bercakap-cakap dengan beberapa orang di stand tetangga.
Tibalah di stand IGOS Center Bandung, beliau meninjau langsung demo robot dari Eskul SMUN 12 Bandung, sambil berbincang-bincang menggunakan bahasa sunda dengan anak-anak SMUN 12 Bandung. Ada yang lucu kala itu. Ketika Pak Kus tahu ini dari SMUN 12 Bandung beliau ternyata kenal dengan Kepsek nya, dan mereka satu kelas ketika sama-sama duduk di bangku sekolah di SMA 7 Bandung. Setelah itu mereka berfoto-foto dan Pak Kusmayanto meminta ke anak-anak untuk menunjukan foto ini ke Kepseknya.

Mudah-mudahan dengan diadakannya Expo ini akan semua hasil inovasi masyarakat indonesia bisa digunakan untuk membantu aktivitas manusia dalam segala bidang khususnya industri.
Galian Kabel kawasan Caheum mengganggu arus lalulintas
Bagi orang yang jalur menuju rumahnya melalui cicaheum, mungkin sudah sering sekali melihat adanya galian kabel di bahu jalan dekat trotoar. Entah minggu keberapa galian itu belum dilakukan finishing, tak tahu belum beres ato hal lain yang menyebabkan galian itu belum dikembalikan ke bentuk semula.Sehingga jalan yang harusnya mulus, malah ada lubang yang sangat mengganggu.
Awal dilakukannya galian, membuat lalulintas jalan cicaheum menuju arah ujungberung dst menjadi muacet apalagi diasaat jam-jam sensitif seperti bubaran sekolah, bubaran kantor, pagi-pagi, dll. Saat macet ini banyak sekali hal yang mubazir, bahan bakar yang boros yang menyebabkan polusi semakin meningkat apalagi arah itu merupakan pintu keluar masuknya bus-bus ke arah jateng dan jatim, emosi juga meningkat apalagi orang tersebut dalam keadaan tergesa-gesa, waktu yang terbuang sia-sia, yang mungkin untuk mamang angkot hal ini dapat digunakan sebagai acara ngetem. Sampai akhirnya hal ini sudah menjadi terbiasa. Jalur kendaraan yang seharusnya terdiri 4 jalur, menjadi 3 jalur saja.
Ternyata ada dampak fatal untuk para pengguna motor yang sering menyalip dari sebelah kiri akibat galian yang tidak dibereskan, terutama wanita yang hanya berani menyalip dari sebelah kiri. Memang aktivitas penggalian dan pemasangan kabel sudah beres dan lubang tersebut sudah ditutup tanah, tetapi tanah tersebut tidak rata.
Saat itu aku sedang dibonceng naik motor,ketika malam tiba setelah pulang kuliah, motor berjalan di belakang mobil yang sedikit lelet, akhirnya kita berencana menyalip dari arah kanan, ternyata tidak berhasil karena dari arah berlawanan tak mengizinkan, akhirnya menyalip dari arah kiri, dan baru setengah mobil mendahului tiba-tiba motor mendadak ngerem dan ternyata ada lubang galian yang belum di finishing yang kedalamannya sekitar 20 cm, dan hal yang paling membuat kesel ltidak ada tanda yang memberikan aba-aba hati-hati adanya lubang. Berhasil kita masih dapat mengendalikan kemudi dengan baik dan tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Tapi alangkah baiknya lubang galian itu di bereskan secepatnya, karena tentunya itu sudah mengganggu kenyamanan berkendara. Lubang tersebut pula sudah membuat suasana jalan menjadi tidak rapih dan seperti berantakan.
-
Archives
- January 2010 (1)
- September 2009 (1)
- August 2009 (1)
- May 2009 (1)
- March 2009 (1)
- January 2009 (2)
- December 2008 (3)
- November 2008 (3)
- October 2008 (6)
- September 2008 (5)
- August 2008 (3)
- July 2008 (6)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS



